Wilujeng Sumping Di Website Bewara Jabar

Berita Harian Seputar Jawa Barat

Presiden Jokowi Menerima Perwakilan PGRI dan Menerima Keluahan Para Guru

  • 2053 views
  • 0 comments

 

bewarajabar.com -- Sebagai tindak lanjut  dari hasil pertemuan  kami bersama Bapak Presiden RI, yang selanjutnya di sampaikan kepada Bapak Mendikbud, Presiden Jokowi menerima kami bersama Bapak Sekjen Kemdikbud.

Dalam pertemuan tersebut Beberapa hal kami laporkan sebagai  aspirasi anggota yang diantarnya,

 1. Bapak Presiden berkenan  hadir membuka dan memberi amanat pada Rakorpimnas PGRI di Yogyakarta, tanggal 22 Juli 2017, yang sekaligus di damping Pak Mentri bersama Pak Sekjen.

2.Kami mohon agar Dirjen GTK tidak dihapus,  Yang menjadi masalah bukan lembaganya tetapi policy2 yg dihasilkanya. Keberadaan Dirjen GTK adalah pengejawantahan dari UUGD yang diperjuangkan susah payah oleh  PGRI sejak tahun 1998. Mohon jangan membuat kehebohan baru karena  PGRI konsentrasi mendorong peningkatan mutu guru.

2. Kelulusan sertifikasi guru dgn nilai  8 tidak masuk akal ditinjau dari aspek manapun. Mhn dihapus diganti yg wajar 6.1 sd 6.5 . Saat ini yg lulus kurang dr 15 %. Ini juga pemborosan untuk biaya sertifikasi. Lebih baik untuk peningkatan kompetensi guru.

2. Mekanisme pembayaran TPG diperbaiki. Mohon agar karena satu dan lain hal maka jika guru berhalangan satu dua hari jangan tidak dibayar. Itu mengingkari keadilan dan prinsip penghargaan terhadap profesi.

3. Perbaikan sistem kenaikan pangkat yg berbelit-belit dengan perbaikan pada Permenagpan no. 16 /2009.

4. Perhatian terhadap sekolah-sekolah PGRI termasuk tidak membangun sekolah yang dekat dengan sekolah kami sehingga sekolah kami mati. Padahal kehadiran sekolah PGRI telah berhasil membuka akses ketika dulu pemerintah belum mampu.

4. Penarikan  uang hingga 3 juta kepada para Kasek untuk memperoleh NUKS adalah meresahkan dan ditengarahi merupakan permainan oknum-oknum

5. Impassing agar diperbaiki dan disederhanakan.

6. Perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru dengan pelatihan-pelatihan yang memadai berdasarkan kebutuhan.

7. Tidak terlalu banyak persoalan administrasi yg menjadi beban guru, agar guru bisa konsentrasi bekerja
8. Penuntasan persoalan guru honorer.  Mohon dapat perbaikan UU ASN. Sambil menunggu perbaikan, guru honorer yg sudah terdata agar diseleaikan dengan,  a. Rekruitmen CPNS diberikan kepada guru honorer yg memenuhi syarat kualifikasi  dan kompetensi. b. Rekruitmen PNS  guru-guru   diberikan kepada guru honorer asal daerah tersebut.
9. Guru honorer yg  usianya sudah  sangat senior di atas 35 tahun, agar didahulukan dalam pengangkatan P3K tanpa harus terikat kontrak tiap tahun, dan kalau pensiun diberikan  pesangon.

10. Penilai kinerja guru tidak berbelit2  bersifat administratif tapi pengamatan langsung dengan  feedback yg terukur.

11. Penghargaan terhadap pengawas.

12. Aturan yg tengah dibuat untuk pemenuhan 24 jam agar tidak 40 jam tapi 37.5 jam.

13. Dilibatkan dalam penyusunan kebijakan sehingga dapt mendengarsuara dan aspirasi guru .

14. Mohon penataan dan perhatian terhadap alih kelolla SMA/SMK beserta pegawai honornya dilakukan dg sebaik2nya, disertai dengan penataan3 M plus 1 D yaitu: man/pegawai, pendanaan, sarana dan prasarana serta pendataan.

15. Menyampaikan surat permohonan kehadiran di Konprov Jatim dan launching SMK PGRI Mejayen sesuai permintaan .

Alhamdulilah Respon dari Pak Memdikbud sangat baik Kami diminta langsung untuk memberikan konsep perbaikan terhadap draf yg sekarang sedang disusun seperti, Untuk kenaikan pangkat dan penilaian kinerja yg akan diintegrasikan menjadi satu, begitu juga perbaikan dalam juknis pembayaran TPG.

Terkait ASN harus koordinasi dengan Menpan, yang Intinya Pak Mendikbud tidak ingin mempersulit guru tapi juga tidak memudahkan semua harus bersama-sama bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu.

Rupanya draf  perbaikan PP no  74 sudah di  Ibu Menko, dan Menkeu, Jadi deg-degan juga karena dulu ada konsep pembayaran TPG dikaitkan dengan nilai kinerja hal tersebut yang PGRI dulu tidak setuju, Kami akan berusaha mencari tahu akan hal tersebut.

Sekarang mari kita ajak para guru bersama dalam PGRI sebagai organisasi profesi yg riil memperjuangkan peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan terhadap guru, ungkap Unifah Rosyidi Ketua Umum PB PGRI .( Drs E. Rukanda JK.MS.)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bewara Jabar, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2017 Bewara Jabar All right reserved
Kriminalitas Siber di Dunia Perbankan Perlu Diwaspadai    |    Melalui t-money, bank bjb syariah Lawan Kasus Korupsi    |    Perkokoh Ekonomi Warga via Kredit UMKM bank bjb    |    bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional    |    Hadapi Tantangan 2019 dan Sejumlah Isu, bjb Praktikan Spirit Digitalisasi    |