Dampak Banjir, Siswa SD Andir Bandung Belajar di Pengungsian

  • 16 views
  • 0 comments

Kabupaten Bandung, Bewarajabar.com -- Dua pekan lebih ratusan siswa SDN 1 Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat belajar di pengungsian. Para siswa terpaksa belajar di area pengungsian karena sekolahnya kebanjiran. Siswa-siswi kelas 1-4 belajar di tempat pengungsian, Gedung Kuarcab, Kabupaten Bandung. Sedangkan siswa kelas 5 dan 6 di Gedung SKB Baleendah, Jalan Adipati Agung, Kecamatan Baleendah.

Mereka belajar tidak menggunakan meja dan kursi. Hanya duduk di lantai, namun ada sebagian siswa beralas matras tipis yang diduduki berdesak-desakan. "Sudah dua minggu belajar di sini. Kita belajar di sini karena sekolah kita terendam banjir sampai ke plafon, kata Kepala Sekolah SDN 1 Andir Yeti Setiawati, Rabu (10/2/2019).

"Saya merasa prihatin, kemarin ke PPDB Kabupaten Bandung untuk minta bantuan matras, tapi sampai saat ini belum ada. Itu juga ada sumbangan dari orangtua siswa secara pribadi, dua dari Kasi Kurikulum dan dua lagi kita urunan seadanya," ucap Yeti menambahkan.

Menurutnya, kondisi tersebut mempengaruhi pada tingkat kehadiran siswa. Sebab banyak siswa yang terpaksa bolos dan tidak bisa bersekolah karena rumahnya terdampak banjir. "Iya, apalagi banjir yang sekarang ini melebihi dari biasanya. Biasanya dua meter di sekolah, sekarang lebih," tutur Yeti.

Menurutnya, akibat banjir yang tak kunjung surut, dari 220 orang siswanya itu yang hadir hanya 70 orang. Bahkan, kata dia, kegiatan belajar-mengajar sempat diliburkan karena tempat pengungsian ikut tergenang banjir.

"Kamis, Tanggal 4 April kemarin, hanya 20 orang yang datang. Disini terendam juga, jadi saya pulangkan lagi. Sekarang yang hadir 61 persen, karena mereka (siswa lainnya) terjebak banjir," ujarnya.

Yeti menambahkan, Ujian Nasional bagi siswa kelas 6 akan berlangsung pada 22, 23 dan 24 April 2019. Sedangkan ujian sekolah dilaksanakan pada 15-16 April. "Kita sudah koordinasi dengan Kanwil, kalau terjadi banjir ujian akan dipindahkan ke SDN Kulalet. Supaya tidak terganggu kita pakai SDN Kulalet," ucap Yeti.

 

Salah satu siswa, Ridho Ahmad mengatakan, tetap semangat belajar meski duduk di lantai. "Sekolahnya kebanjiran, jadi harus belajar di sini," ujarnya. "Buat teman-teman yang sekolahnya enggak kebanjiran, semangat ya belajarnya," ucap Ridho. (Amat)

 

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bewara Jabar, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2017 Bewara Jabar All right reserved
Kriminalitas Siber di Dunia Perbankan Perlu Diwaspadai    |    Melalui t-money, bank bjb syariah Lawan Kasus Korupsi    |    Perkokoh Ekonomi Warga via Kredit UMKM bank bjb    |    bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional    |    Hadapi Tantangan 2019 dan Sejumlah Isu, bjb Praktikan Spirit Digitalisasi    |