140 Karyawan PT. Sanofi Aventis Indonesia Di PHK Dan Menerima Pesangon Tidak Sesuai Dengan Aturan

  • 473 views
  • 0 comments

JAKARTA, bewarajabar.com — Sejumlah karyawan PT. Sanofi Aventis Indonesia yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) mengeluhkan besaran pesangon yang dinilai tidak sesuai aturan. Pola intimidasi yang dilakukan perusahaan yang bergerak dibidang farmasi itu agar karyawan yang di-PHK menerima pesangon kecil juga dinilai melanggar Undang-Undang Nomor. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu, mereka menilai alasan restrukturisasi perusahaan dalam melakukan PHK sebanyak 18% dari total karyawan atau sebanyak 140 karyawan sangat tidak logis.

Yunita Safitri, salah seorang karyawan PT. Sanofi Aventis Indonesia menerangkan, perusahaan tempatnya bekerja melakukan PHK terhadap 18% dari total karyawan pada 1 Agustus lalu. Dimana saat itu, perusahaan mengumpulkan seluruh karyawan di Hotel Borobudur, Jakarta dan Hotel Harris Surabaya. “Saat itu, General Manager Perusahaan mengatakan bila perusahaan akan melakukan pengurangan 18% dari total karyawan atau sekitar 140 karyawan dengan alasan restrukturisasi,” ujar tim produk obat diabetes yang telah bekerja hampir 7 tahun di PT Sanofi Aventis Indonesia itu, Selasa (15/8/2017).
Pada hari yang sama, setiap karyawan dipanggil satu persatu oleh managemen. Bagi karyawan yang di-PHK langsung disodorkan perhitungan uang pesangon. “Menurut kami, uang pesangon itu tidak sesuai, maka banyak yang menolak menandatangani surat PHK,” ungkap dia. Pihaknya menuntut perusahaan memberikan uang pesangon yang sesuai dengan memperhatikan nasib para pekerja yang di PHK. “Kami menuntut lebih karena perusahaan mem-PHK tidak dalam kondisi failid, melainkan restrukturisasi,” ujarnya.
Menurutnya, dari sebanyak 140 karyawan yang di PHK, tersisa 27 orang lagi yang belum bersedia menandatangani surat PHK karena diintimidasi pihak perusahaan. Mereka juga telah meminta Serikat Pekerja Seluruh Indonesia untuk mengadvokasi hal ini, agar perusahaan tidak semena-mena terhadap karyawan yang telah mengabdi dan mendedikasikan diri dalam waktu yang cukup lama. Sayangnya, Manager Bisnis PT Sanopi Aventis Indonesia, Amson Naenggolan belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini. Saat dihubungi, nomor ponselnya 0815190134xx tidak merespon. (red)
Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bewara Jabar, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2017 Bewara Jabar All right reserved
Kriminalitas Siber di Dunia Perbankan Perlu Diwaspadai    |    Melalui t-money, bank bjb syariah Lawan Kasus Korupsi    |    Perkokoh Ekonomi Warga via Kredit UMKM bank bjb    |    bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional    |    Hadapi Tantangan 2019 dan Sejumlah Isu, bjb Praktikan Spirit Digitalisasi    |