Acha Septriasa Mencoba Menghadirkan Film Horor yang Berbeda Dari Film film Horor yang Selama Ini Beredar

  • 72 views
  • 0 comments

Jakarta, bewarajabar.com FILM horor bertajuk “Jaga Pocong”, diproduksi oleh 3 perusahaan, Maxima Pictures, Unilimited Production dan Spektrum Film.

Mencoba menghadirkan film horor yang berbeda dari film-film horor yang selama ini beredar di bioskop Tanah Air.

Sayangnya film yang dibintangi Pemeran Utamai Jajang C Noer, Acha Septriasa, Zack Lee terlalu lamban dan mengandalkan akting Acha dan konflik pun terkesan dibuat-buat.

Acha yang memerankan tokoh suster Mila lebih banyak bermain “sendiri”. Hal ini terasa menambah lambat adegan demi adegan film besutan Sutradara Hadrah Daeng Ratu ini.

Film terkesan lambatnya adegan ini, mulai diperlihatkan Hadrah. Saat Mila mendapatkan sebuah pekerjaan, untuk merawat seorang wanita tua bernama Sulastri (Jajang C Noer) di rumahnya. Belum juga memulai pekerjaanya, Sulastri ternyata sudah keburu wafat.

Radit (Zack Lee) sebagai anak Sulastri pun menitipkan pekerjaan lain yaitu memandikan jenazah Sulastri. Dan membungkuskannya dengan kain kafan. Dan Mila juga diminta tolong menunggu jenazah Sulastri, sementara Radit beralasan akan mengurus makam sang ibu.

Disinilah, adegan demi adegan berjalan lambat. Mila mulai dihantui oleh hal menakutkan selama menjaga jenazah Sulastri. Sambil menjaga juga Novi (Aqilla Herby) adik Radit. Namun dengan penggambaran yang tak langsung masuk ke “entry point”.

“Saya memang sengaja menggunakan “silent moment” dalam film ini. Tapi bukan berarti “silent moment” itu sebuah kekosongan,” ujar Hadrah usai premiere film “Jaga Pocong” di Jakarta, Senin (22/10/18).

Soal alasan Hadrah menggunakan “silent moment” dalam film horor perdananya ini. Sutradara yang awalnya banyak menggarap FTV ini, ia ingin menunjukkan ketika seseorang terlalu banyak berada di “silent moment” justru akan mengganggu dirinya secara psikologis.

“Tokoh Mila ini kan sebenarnya sosok yang pemberani, apalagi dia seorang suster yang biasa mengurusi orang sakit atau jenazah dan kita sudah tanya ke beberapa narasumber yang biasa di profesi ini, ketika apa yang diyakini su  dah hancur, maka mereka akan down. Inilah yang terjadi dengan tokoh Mila yang akhirnya down saat menghadapi silent moment ini,” beber Hadrah.

Namun di ending, Hadrah mengaku tetap menggenjot adrenalin penonton lewat kengerian-kengerian maksimal.

“Dalam setengah film ke belakang kan kita tetap harus menciptakan klimaks,” tandas Hadrah.

Kemunculan burung Kedasih yang dari awal sudah memberikan isyarat menjadi awal kengerian di rumah almarhumah Sulastri akan membuat ending film ini semakin klimaks atau malah sebaliknya? Lalu, siapa sosok pocong yang muncul di depan mata Mila? Silakan Anda saksikan film yang akan tayang pada Kamis (25/10) di bioskop Indonesia ini. 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bewara Jabar, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2017 Bewara Jabar All right reserved
Kriminalitas Siber di Dunia Perbankan Perlu Diwaspadai    |    Melalui t-money, bank bjb syariah Lawan Kasus Korupsi    |    Perkokoh Ekonomi Warga via Kredit UMKM bank bjb    |    bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional    |    Hadapi Tantangan 2019 dan Sejumlah Isu, bjb Praktikan Spirit Digitalisasi    |